Buah membawa celaka

rambutan

Bersyukurlah kita, bersyukurlah kita yang masih bisa memakan buah dengan cara yang wajar. Buah sudah menjadi bagian makanan kita sehari – hari. Keberadaannya dalam susunan makanan yang disarankan tertuang dengan jelas pada undang – undang mengenai makanan 4 sehat 5 sempurna. Banyak buah di dunia ini yang bisa kita makan, tidak sedikit diantaranya kita jadikan sebagai buah kesukaan kita. Ada yang punya pohonnya, ada yang perlu kita beli di pasar, atau sebagian orang lagi membelinya dengan pergi ke supermarket. Tidak hanya buah yang dihasilkan oleh kebun – kebun buah di dalam negeri, buah yang berasal dari manca negara pun tak kalah banyaknya. sediakanlah uang maka kau akan mendapatkannya.

Disuatu siang ketika saya sedang berada di suatu angkutan umum menuju suatu tempat, dan angkutan itu berhenti di suatu lampu merah saya melihat pemandangan yang cukup membuat saya deg – degan. Beberapa anak jalanan ukuran kecil sedang tunggang langgang berlarian dari sebuah rumah besar berpagar sedang yang dihalamannya tumbuh sebuah pohon rambutan yang sedang berbuah. Anak jalanan itu mungkin tergiur dengan ranum buahnya yang tampak sedap dipandang mata dan nikmat untuk di cicipi di tangah  hari yang cukup terik itu. Namun ternyata aksi mereka siang itu dipergoki oleh bapak si pemilik rumah. Tampak jelas saya lihat si bapak lari dengan membawa sebuah sendal mengejar anak2 jalanan yang memang berkeliaran sekitar perempatan jalan itu.

anjal & rambutan

Apa yang saya lihat? anak2 itu berlompatan di pagar, lari menyelamatkan dirinya masing – masing. Sudah gak ingat dengan teman – teman yang lain. Gak lama terdenganr teriakan si bapak berkaos putih yang hanya menggunakan kain sarung lari keluar mengejar tanpa menggunakan alas kaki.

hm..anak – anak nakal. Berlompatan keluar pagar dimana disisinya ada got kecil. ampun ah..lebih gilanya, setelah berhasil keluar dengan  nafas yang saya lihat amat menderu dan berkeringat dingin mereka berlarian amat liar di jalan raya yang sedang sibuk di atur oleh lampu lalu lintas itu. Tanpa melihat kendaraan lain. Saya hanya mengingatkan supir angkutan yang saya naiki untuk memperlambat laju mobil agar tidak menabrak mereka. sesekali menutup telinga berpikir akan ada yang tertabrak. dasar anak2 ini bikin stres pengguna jalan aja. bener2 nakal kalo kita melihat bukan hanya ketakutan, namun mereka memasang wajah penuh ejekan ke pemilik rumah tadi ketika mereka berhasil keluar pagar. sungguh jengkel dibuatnya bercampur dengan muka pucat mereka yang takut hingga darah  berhenti mengalir kesana.

NAMUN, hal ini terkadang menjadi suatu dilema. Anak – anak jalanan itu mungkin memang memiliki akses yang terbatas untuk menikmati buah – buah yang konon memang kita perlukan untuk dikonsumsi itu. Tak tersedia di rumah, uang pun mungkin tidak ada untuk membelinya dan bisa jadi ini hanya kenakalan anak laki2. Bisa saja mereka punya di rumah namun memang hawa untuk mengambil milik orang lain itu amat kuat.

Tapi disisi lain, jika kita pemiliknya memang menjengkelkan jika pohon yang buahnya sedang kita tunggu – tunggu untuk masak malah dicuri orang lain. Mengambil tanpa izin, bahkan geram bukan saja karena buahnya, namun betapa geramnya karena berani2nya anak2 itu melompati pagar yang merupakan pesan bahwasemua orang tidak dapat masuk dengan sembarangan.

Bagaimana jika situasi itu mengakibatkan seseorang terluka? tertabrak misalnya, tertusuk pagar misalnya? seperti kejadian anak tetangga saya yang pipinya robek ketika ia kaget luar biasa ketahuan mencuri mangga dari atas pagar. Ayah si anak malah balas mendatangi pemilik rumah tidak terima anaknya dimarahi hingga jadi celaka. “ya kalo negor jangan kasar2 dong” begitu kira2 yang saya dengar sikapnya kala itu. Nah looh, kalo udah begini emang jadi simalakama. Jangan sampe deh hanya demi buah malah jadi celaka buat orang lain. Tapi keberatan barang miliknya diganggu oleh orang lain pun adalah hal yang wajar bukan?

Kira2 bisakah anak2 itu jika diingatkan dengan cara yang lembut? bisakah dengan kata2 yang halus mereka menyadari kekeliruannya karena mencuri? bisakah mereka pun diberi kesempatan menikmati buah itu walau sedikit atas kebaikan si pemilik? hm..sungguh butuh keterampilan yang amat tinggi untuk memunculkan kondisi itu. terampil bicara, terampil mengendalikan rasa marah dan terampil menyebarkan aura kesabaran.

Anak kecil perlu diberi tahu apa yang salah dan benar, anak kecil perlu di beri tau bahwa ada pilihan untuk menjadi tidak nakal. Anak kecil perlu diberitahu bahwa kita percaya bahwa mereka mampu menjadi baik. sangkaan yang buruk hanya akan membuat mereka membuktikan bahwa mereka memang buruk dengan kenakalan yang menjadi – jadi.

siapa yang seharusnya mengayomi anak2 jalanan tadi?

5 thoughts on “Buah membawa celaka

  1. ketika melihat pohon kurma d jalan, saya membayangkan jk jalan2 d indonesia d tanami pohon buah2an. Sesuatu yg tdk mustahil kan? Jd ktk berbuah, pohon2 itu bisa dpetik, spt phn kurma d sini. He3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s