My Stupid Boss 2 – we are moving

my stupid boss 2 - We are moving

My Stupid Boss 2 terbit 1 hari yang lalu. 17 November 2009. Melalui buku yang merupakan sekuel dari buku pertamanya ini, penulis mencoba keberuntungannya untuk kembali berhasil membuat para pembaca bukunya terpingkal – pingkal menyerupai orang gila.

My Stupid Boss 2,sama halnya dengan My stupid Boss 1 adalah  buku ajaib milik seseorang pekerja wanita yang berisi banyak celotehan “indah” tentang interaksi penulis dengan si boss yang entah kenapa memang super duper aneh dan bikin penulis bahkan pembaca merasa ingin gigit batu hingga pecah.

Buku kedua ini memiliki tema, yaitu kepindahan pabrik si boss dari tempat kumuh yang digambarkan penulis lebih mirip sebagai kandang. Sesuatu hal yang awalnya muskil terjadi, namun harga diri boss unik itu mengantarkan pabrik itu ke takdir kepindahannya. Iming – iming pabrik yang lebih oke, bahagia tidak seberapa namun keruwetan dan kerepotan lebih merajalela menghiasi proses kepindahan pabrik tersebut.

Racun dari semua cerita, dari kata pertama hingga terakhir dari buku ini gak lain dan gak bukan memang si boss yang katro, aneh, sinting, ueddannya emang bukan main. Masih menjadi figur yang sama seperti dalam buku pertama, Si boss hadir sebagai figur penuh teror dengan segala karakter anehnya.

Kalo boleh jujur, penulis bisa dikategorikan sebagai wong sakti mengingat betapa dia begitu kuat bertahan berada di kantor yang bossnya masih diragukan berasal dari spesies mana itu. Berapa lama waktu yang membuat ia bertahan, belum tentu sanggup dilewati oleh orang2 kebanyakan. Setidaknya sekalipun kuat pastilah penyakitan, karena terlalu sering jeduk2in kepala karena pusing.

Hubungan antara si mbak kerani ini (apa sih itu kerani? administrasi ya?) dengan bossnya lama – lama justru tampak memiliki chemistry tersendiri. Lihat si boss deh, tampak jelas betapa ia sesungguhnya suka dengan si Mbak Kerani ini. Setidaknya dari 1 juta manusia yang mungkin ia temui, akhirnya ada juga manusia yang tahan dengan keanehannya, dan orang tersebut adalah si mbak kerani ini. Setidaknya spesies aneh itu pastilah senang bukan kepalang pada akhirnya ia memiliki lawan yang “tangguh”.

Mbak Kerani atau dimasa lalu saya menyebutnya si Mbak Chaos@work ini masih tetap memiliki kemampuan untuk mengemas kegilaan di kantornya dalam balutan humor segar walau terkadang sedikit sarkastis dan hiperbola. Imajinasinya cukup beragam, sering bahkan muncul imajinasi yang tak mampu dibayangkan orang kebanyakan.

Sebuah buku segar yang ok untuk dijadikan pilihan sebagai bacaan dikala kemumetan kerja, kemacetan jalan raya ataupun menemani leyeh – leyeh di hari Minggu yang ceria. Terpingkalah ketika menikmatinya, jangan membacanya sambil mengemudi, atau pun di lokasi umum tanpa teman. Alasannya sederhana, yang pertama bisa nimbulin kecelakaan yang kedua karena akan tampak gila jika kita tertawa tanpa teman di area umum.

Seperti apapun hubungan penulis dengan bossnya, mari kita bertaruh salah satu dari mereka akan saling merindukan ketika yang satu lagi tiada atau pergi. Kesenangan sang Kirani  karena kepergian boss pasti hanya sesaat, sisanya pastilah kerinduan yang membuncah – buncah. Lah, hidupnya akan seindah apa tanpa bossnya? bukankah memiliki sesuatu yang ditertawakan dalam hidup adalah satu syarat hidup ini tampak menyenangkan?. Dan karena kita pun tertawa melalui adanya buku ini, dengan menahan muntah kita harus akui kita pun membutuhkan boss edan ini.

hehehe, selamat membaca ya..

———————————————————————————————

1. Thanks ah nama saya ada dibarisan testimoni yang ditampilkan dalam buku ini. kejutan yang menyenangkan.

2. Saya bener2 beli buku ini di hari pertama edar. Abisnya gak tahan denger “provokasi” Facebook My Stupid Boss yang kayak senapan mesin. haha..langsung meluncur ke gramedia dan meminta buku ini langsung ke customer service. *males nyari

3. Saya kan beli buku ini gk ngeluarin uang…hihi (ya iyalah..gak bawa uang tapi terpaksa gasak debit BCA di luar perencanaan)

4. Teman tanya, apa buku ini bisa dibaca juga oleh anak2nya yang masih sekolah dasar? hm, saya fikir hanya tipikal anak yang siap aja yang bisa baca. Siap membedakan bahwa ini hanya humor, bukan sesuatu yang nilai2nya perlu di contohkan. dan penulis menyadari ini, dalam bukunya karena ia sadar ada pembaca bukunya yang sekolah dasar ia pun berusaha memperhalus bahasa – bahasa yang mungkin gk cocok untuk pembaca SD..

5. hahaha, akhirnya tamat baca juga. Walau harus menunda beberapa pekerjaan. Lagi2 saya baca dengan amat cepat.

19 thoughts on “My Stupid Boss 2 – we are moving

  1. first review! speaking of chemistry, you might be right. but speaking about needing each other when one is away, errrr… yeah I need him desperately cos he leaves without giving me any petty cash money! Love the review😉

    • hehehe…thx mbak udah mampir kesini. hm…kapan neh mau buka identitas?? kalo si boss bener2 pass away ya?? hihi..atau kalo dia pindah ke kutub…

      sukses mbak buat bukunya…

      • the day I introduce that I am chaos@work, that will be the day where Pak Boss will sue the hell out of me! so, never ever😉 biarlah begini hiks.. sedih gak dikenal :hammer:

    • huahaha…jangan tri..nanti lu bengek kalo dapet boss gitu..hihi. eh beli atuh lu tuh penulisna baca koment lu..mulai nangis kalo yang beli 1 yang pinjem 1 juta orang…*haha kabayang lecek eta buku

  2. chaos@work > hahaha, iya juga dilema. sulit menahan diri untuk tidak unjuk diri dikala justru buku disukai banyak orang. hm..melihat buku itu rasanya menakutkan kalo si boss tau🙂

    atau jangan2 malah pribadi rahasia kayak gini yg tambah bikin menarik?? kalo mau unjuk muka, gak apa2 kok mbak lewat email saya..hihi. dijamin saya rahasiakan…:)

  3. Pingback: My Stupid Boss « Belajar dari anak-anak

  4. Pingback: My Stupid Boss (repost, setelah sempat ilang) « Belajar dari anak-anak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s