PEMUDA NEGARAKU SAKIT

pemudaBangun pemudi pemuda Indonesia

Tangan bajumu singsingkan untuk negara

Masa yang akan datang kewajibanmu lah


Menjadi tanggunganmu terhadap nusa

 

 

Bulan Oktober ini, kalau saja tidak diingatkan oleh acara – acara TV atau status teman – teman di facebook hampir melupakan bahwa hari itu adalah hari sumpah pemuda. Lain ketika saya masih rajin menulis diary dikala remaja, hampir setiap tanggal menulis saya juga mengucapkan sesuatu terhadap hari nasinal yang jatuh pada hari bersangkutan.

Di hari dan peringatan sumpah pemuda ini, di minggu yang sama saya justru malah diperlihatkan kepada anak – anak muda yang berkeliaran di jalanan dengan kondisi jiwa yang memprihatinkan. sedihnya…

Beberapa tahun lalu, ketika saya memiliki gelora cita – cita untuk menjadi seorang psikolog karena prihatin dengan maraknya jalanan kota oleh orang – orang yang sakit, yang kehilangan kewarasannya. Maklum tahun itu krisis moneter benar – benar mengguncang perekonomian, PHK bertebaran dimana – mana. Yang kreatif banyak yang membuat usaha pinggir jalan, yang amat tertekan banyak berkeliaran memenuhi jalanan.

Namun tahun – tahun lalu  orang2 sakit itu terlihat dari usia – usia yang produktif. Para pekerja, para ayah dan para ibu yang memiliki tanggungan namun mungkin tertekan oleh kehidupan. Tapi mengapa saat ini saya malah melihat usia anak sekolah? yang pertama mungkin seumuran anak sekolah SMA, lusanya saya melihat mungkin ia seumur mahasiswa. Sayang sekali..

Ada apa dengan mereka, ada apa disekitar kita? seharusnya sesuai lagu yang saya tuliskan di awal, pemuda seumur itu seharusnya bangkit, maju, semangat meniti masa depan. menjadi harapan ibu bapak dan negara juga agama. Mengapa sependek itu “kesehatan” mereka selesai? terasa sedih melihatnya, membayangkan saya yang berada di sana, atau kakak saya atau adik bahkan temen sekalipun. Hidup kami masih panjang…

Apa yang harus kita lakukan ketika ini terjadi? apa yang boleh kita harapkan kepada pemerintah ketika pemuda tidak saja jatuh ke pergaulan yang salah..mereka justru malah terpuruk dalam “ruang” yang salah. Mimpi – mimpi terbekukan, cita – cita menyublim..diri mendadak kosong dan hampa. Jiwa mendadak tidak bersemayam tepat pada tempatnya

Bolehkah berharap pemerintah memperhatikan? ketika hal itu terjadi, bahkan ketika keluarga tak mampu mengurusnya sendiri pemerintah memiliki hak untuk “mengambilnya” untuk dirawat hingga kembali baik? bisakah berharap kepada pemerintah seperti itu?

Sayang mungkin negara kita ini begitu banyak penduduknya, mungkin saja usia muda dan produktif tersedia cukup banyak bahkan terlalu banyak untuk diberdayakan tanpa satupun terlewatkan. Mungkin saja jika ini terjadi di negara2 dimana regenerasi penduduk teramat sulit, pemerintah serta negara pastinya merasa rugi jika SDM mudanya mengalami hal seperti itu. Negara kan menunggu mereka siap bekerja, siap membela.

Apa yang bisa kita lakukan sebagai masyrakat biasa? apakah tidak seharusnya kita keras terhadap orang lain? apa seharusnya kita juga peka terhadap keadaan orang – orang yang hidup disekitar kita? sungguh sayang jika hal itu terjadi pada siapapun, bahkan diri kita sendiri.

18 thoughts on “PEMUDA NEGARAKU SAKIT

  1. Kela.. Maca sekali lagih..
    Karna kalo postingan yang agak serius, gw sok hese loading..
    Terlihat bodoh kan kalo ngomen gak nyambung..

    • hayah…mau jilid berapa?? numpuk tuh…bahkan sms-an ama seseorang ge ada 2 buku…jadiin percaapan…sesuai aslinya..!!! hi4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s