Bongkar celengan

celengan

celengan

Tahun ini, dan beberapa tahun kemarin ada satu ritual menjelang lebaran yang sudah tidak saya lakukan lagi, yaitu membongkar celengan dari tanah liat. Dulu kala, ketika saya masih anak – anak hingga belia ritual ini adalah ritual yang amat mengasyikan karena saya jadi memiliki banyak uang di hari raya, dan cukup menegangkan karena saya berlomba dengan kakak – kakak saya siapa yang menghasilkan uang paling banyak. Ritual ini biasanya saya lakukan di satu hari terakhir menjelang lebaran. Siang hari atau sore saya dan kakak saya akan mengambil celengan yang masing – masing kami punya. Celengan itu akan kami banting hingga pecah lalu lomba menghitung milik masing2. Saya ingat, sepupu saya yang lain akan ikut menonton. Nenek juga ibu saya tentunya karena kami memecahkannya di teras.

Dahulu ketika banyak anak seusia saya belum faham berurusan dengan bank, kami memang melakukan kegiatan menabung di celengan tanah liat yang kami punya, mungkin juga sesekali menabung di sekolah. Penjual celengan dari tanah liat pun masih banyak beredar, tidak seperti sekarang dimana banyak sekali celengan lucu dan imut penuh gambar dan warna – warni dari bahan kaleng yang dilengkapi dengan kunci dijual di toko – toko banyak mall.

Jika menggunakan celengan tanah liat, maka cara memecahkannya adalah dengan menjatuhkannya..wah, teringat rasa senang ketika memilah – milah uang diantara pecahan – pecahan tanah liat. sesekali menjerit ketika menemukan lipatan uang pecahan besar (padahal diri sendiri yang memasukannya di waktu lalu, he2). Ketika mencoba menggunakan yang kaleng biasanya saya selalu gagal. Maklum, kunci membuat saya bebas menggunakannya untuk membuka dan mengambil uang tabungan sebelum waktunya.

Kangen sekali dengan ritual tersebut. Anak – anak zaman sekarang nabung gak ya? di bank juga apa masih banyak yang menggunakan celengan tembikar dengan bentuk ayam, babi, dll?? sungguh menyenangkan masa – masa itu..lebaran di masa kanak – kanak, uang dari celengan banyak, yang memberi pun banyak. benar – benar merasa “kaya raya” sekali.

** 2 minggu lalu, ketika saya ke rumah teman, saya dan kakak saya tergiur untuk membeli celengan tembikar dengan bentuk RANTANG. lucu sekali, rencananya sih mulai lebaran ini, celengan itu akan saya isi agar lebaran tahun depan saya akan punya celengan kembali untuk saya pecahkan.

2 thoughts on “Bongkar celengan

  1. @three
    halah, sengaja teu ungkit nu sok molongan bujur celengan. kalah aya nu ngaku. nya sama weh atuuh..pura2 utuh..padahal mah sok dikorekan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s