Sholat Tarawih Berdua

sahabat Ini malam tarawih pertama di bulan Ramadhan 1430 H. seperti biasa, seperti ditahun – tahun sebelumnya saya tarawih dalam kondisi lelah karena hari ini masih ada beberapa tanggung jawab pekerjaan yang harus saya kerjakan hingga petang.

Setibanya di rumah sore tadi, saya bersantai sejenak, bercengkrama dengan keluarga, tidak lupa menegur ibu saya yang sedang menyiapkan berbagai masakan di meja makan. Dengan sedikit rasa lelah, pergilah saya ke mesjid ketika adzan waktu shalat Isya dikumandangkan.

Tarawih dibulan Ramadhan selalu berhasil mengingatkan saya kepada masa lalu , mungkin tahunan bahkan belasan tahun lalu. Kenangan yang mengantarkan saya kepada waktu dimana saya yang belia bergaul dengan riang bersama kawan2 sebaya di bulan Ramadhan.

Kami berteman berenam sejak kecil..sejak usia kami mulai mengerti apa itu main bersama. mungkin ketika kami masih terbata- bata belajar berbicara. Salah satu dari teman saya itu adalah kakak kandung saya sendiri yang terpaut 1 tahun.

Jika kembali ke masa itu, saya akan teringat sesaat setelah berbuka puasa saya akan berlari keluar rumah mendengar suara teman2 yang memanggil. lengan sibuk memegang makanan juga mukena ditambah sejadah. Kami berlari menuju mesjid untuk mendapat posisi paling nyaman menurut kami, biasanya adakah posisi yang cukup jauh dari nenek2 kami yang akan marah2 jika kami ribut.

Banyak hal yang mengingatkan pada masa itu..kami selalu bermain air ketika mengambil whudu hingga baju basah. Salah satu kawan saya bahkan selalu mengatakan ia kentutdan menjadikan itu alasan untuk kembali ke tempat wudhu. Masih orang yang sama, ia selalu melambatkan shalatnya..sehingga ia bisa menggodai kami. Dari mulai mendorong kami ber-5 dari ujung hingga posisi ruku roboh, atau mengangkat mukena kami ketika kami sujud, dan terbangun tanpa mukena yang sudah terlepas.

Nakal memang, bandel saya akui..makanya kami selalu menjauh dari nenek2 kami yang galaknya bukan main itu. keceriaan masa anak – anak dikala Ramadhan. Sungguh merindukan saat kami bubar tarawih, melompat – lompat girang menemani temen2 laki2 yang bermain bedug mesjid, beriringan ramai ke warung2 yang menjual jajanan khas Ramadhan, atau sekedar menonton kakak2 kami bermain petasan.

Malam ini, saya sholat hanya berdua dengan kakak perempuan saya. Tersisa dua dari 6 orang pada awalnya. sayu kawan saya sudah dipanggil yang kuasa 2 tahun lalu, 1 lagi sedang terbaring sakit ditengarai leukimia, 2 lagi sudah menikah dan hidup berjarak dengan kami.

sungguh rindu keriangan masa belia. masa anak2 dan remaja di bulan Ramadhan. Selalu indah nian bulan suci ini..teman2, saya merindukan masa2 kita berRamadhan bersama. dimanapun kalian berada, semoga kita senantiasa saling mengingat dan dalam keadaan yang terbaik yang pantas kita raih. amin.

MET RAMADHAN SEMUANYA

2 thoughts on “Sholat Tarawih Berdua

  1. Romantisme Ramadhan yg indah.

    Saya juga begitu kalau mengunjungi mesjid di Cibuntu. Dari SD ampe kuliah, merasakan suasana Ramadhan di sana. Jadi kalau sekarang lagi di sana, mungkin akan terkenang masa-masa lalu itu.

    Ramadhan memang memberi warna lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s