a Verry Yuppy Wedding – by Ika Natassa

a-very-yuppy-wedding2Andrea, seorang bankir muda di salah satu bank terbesar di Indonesia keturunan Batak dan Belanda terikat interaksi cinta dengan Adjie seorang bankir di bank yang sama. Diantara aktivitas mereka yang padat, meeting presentasi, OTS (On The Spot – kunjungan ke nasabah bank untuk melihat prospek bisnis nasabah tersebut),makan dengan nasabah, dll namun masih ada kesempatan bagi mereka mempertemukan bibir mereka dalam sebuah ciuman hanya gara – gara sepotong pizza rasa sapi di hari 24/7 mereka yang teramat padat. Dan dari sanalah interaksi cinta dalam cerita ini dimulai.

Andrea dan Adjie sama – sama bankir cerdas yang potensial, tidak ada perbedaan mencolok dalam kemampuan mereka dalam kaitan dengan profesinya. Keduanya sama – sama memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan promosi dan karir yang jauh lebih menjanjikan. Sayang kisah cinta dengan rekan sekantor adalah hal terlarang di bank mereka, jika hubungan mereka diketahui atasan denda sebesar 500 juta sebagai penalti dari kontrak kerja yang mereka sepakati. Sehingga bergulirlah kisah cinta dua bankir ini dengan sembunyi – sembunyi. Gaya pacaran yang menarik bagi sebagian orang, tapi tidak untuk Andrea. Terutama dikala ia tak mampu melakukan apapun jika wanita – wanita cantik dikantornya terang – terangan merayu dan tertarik pada adjie. Begitu pula dengan Adjie yang hanya bisamengomel dibelakang ketika tau Andrea berbicara berlama – lama dengan pria yang jelas – jelas tertarik padanya di lantai lain.


Kisah cinta rekan sekantor ini berlajut hingga akhirnya muncul komitmen akan hubungan serius selanjutnya. novel ini berkisar pada perang pemikiran Andrea dalam memutuskan hal – hal yang sama – sama penting dalam kehidupannya. Karir di Perdana atau menjadi nyonya Adjie, wanita jawa tulen apa blasteran batak belanda yang akan lebih disukai ibu Adjie, menerima promosi kantor tapi berjauhan dengan adjie atau melepaskannya dan mencari karir lain. Belum lagi Adjie yang selain dengan urusan pekerjaannya, ia harus ikut mengahadapi kompleksitas dari pribadi Andrea yang pecemburu dan kerap mengajak beradu ego. Hingga ke masalah rumitnya acara pernikahan dengan adat jawa yang harus dijalani Andrea yang dari keluarga blaster.

Cerita makin menanjak hingga klimaks di akhir cerita, agak berirama lambat di awal ampe sempat bosan, tapi cukup menegangkan didetik – detik terakhir hingga bayangan kita akan ending cerita mendadak terasa akan dibelokan.

Novel ini disajikan dengan cukup ringan oleh Ika Natassa sang penulis, walau terkadang cukup berat akan sisipan – sisipan istilah perbankan yang tentunya gak begitu umum difahami oleh pembaca dari bidang lain (Penulis pun berlatar belakang perbankan, jadi gak aneh). Selain itu adalah begitu “sempurna”nya kehidupan kedua bankir ini yang digambarkan oleh penulis, gaji yang besar (risk besar juga tentunya), bonus yang gila -gilaan, gaya hidup yang tinggi, fasilitas kantor yang mewah, serta kemudahaan hidup lainnya, teramat mewakili gaya hidup sebagian kelompok masyarakat yang tentu saja gak semua orang merasakan. tapi sepertinya penulis hanya berkepentingan untuk menggambarkan karakter juga gaya hidup yang mewakili dari kedua tokoh yang digambarkan.

Satu keingintahuan saya, apakah seperti itu kehidupan para bankir? tampak mewah dan sempurna, tampak begitu menggenggam dunia tapi kadang sedikit agak kering. karena penulis gak begitu menggambarkan sisi – sisi lain dari tokoh2nya selain dari kesuksesan dan gaya hidup mereka. Dalam novel ini gak terlalu digambarkan kehidupan kedua tokoh tadi selain dengan teman – temannya yang notabene dari lingkungan hidup yang sama. Gak ada sentuhan lain selain interaksi dengan orang – orang yang punya cara hidupyang sama gayanya.

**

dalam novel ini dikisahkan tentang Dina si Wedding planner yang super cerewet, super ribet, super perfeksionis, dan berisik. Di sela – sela kesibukan pasangan Andrea dan Adjie, telepin, sms, ocehan Dina jadi hantu horor bagi keduanya. wew, kenapa pake nama gue ya?? jadi GE-ER..mana nama ini tercantum lagi di covernya. Jadi serasa numpang tenar.

Gue belum merit, tapi sedikitnya tau deh repotnya mau merit (studi kasus pernikahan temen2 dan kakak cewe gue) jadi super lebay juga neh novel kalo masih bilang repot, stres, padahal pernikahan mereka udah dihandle ama EO profesional. Dalam kasus Andrea dan Adjie mereka cukup ngangguk kalo suka atau geleng kalo gak ama ide yang ditawarin Dina.

Jadi inget ama Mira temen gue yang merengut waktu undangannya salah cetak, nemenin nyari lagi deh walau undangan pertama udah dicetak, atau telp revi subuh2 yang bilang pengantin pria lupa ngebawa buku tamu pernikahan yang belum sempet kebawa di jakarta..jiaaah, gaya – gaya mau nongkrong dikawinan, belum juga salaman di mesjid tempat akad nikah, penghulu lagi ngomong penganten cewe sibuk kasih isyarat tanda gue harus pergi cari buku tamu yang dia mau. perak, emas ada framenya. jadi ke melesat secepat kilat ke gramet yang masih tutup (gue jadi pengunjung pertama) dan dalam perjalanan pulang ke gedung ban motornya bocor..damn pisan.

2 thoughts on “a Verry Yuppy Wedding – by Ika Natassa

  1. wedding oh wedding. belum sempet baca lengkap tulisan mbak yg ini sie…just wanna drop by and say hi!!! hopefully we can be friends. aku suka nulis juga. visit kanvaskata.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s