Pemain Sinetron bener2 harus minum Teh

dsc00016Minum teh, terutama teh panas tanpa gula adalah hobi dan kesukaan gue yang tiada tara. tak terkalahkan oleh minuman manapun di dunia, teh panas akan menambah kenikmatan makanan apapun yang kita sedang makan.

Ingat teh mungkin akan sedikit teringat iklan sariwangi yang meng-klaim kalo dengan minum teh orang – orang akan mampu bicara lebih baik, lalu dampak lebih mampu mendengar pun akan muncul dengan sendirinya. walau gue gak tau apa pernyataan ini sahih, karena sebagai peminum teh, gue gak bisa ukur apa gue seorang pembicara sekaligus pendengar yang baik.

lalu kaitan minum teh dengan pemain sinetron apa?? ini hanya pemikiran gue, yang muncul di waktu2 belakangan ini. saat gue nonton sinetron – sinetron yang bertebaran di jam tayang utama televisi2 swasta kita. betapa gue prihatin bagaimana cara mereka berkomunikasi satu sama lain dalam sinetron. percakapan selalu berakhir buruk, memperuncing masalah lalu memperumit keadaan. Dengarlah dialog2 dalam sinetron itu, semua orang bicara sangat gak efektif, semua orang mendengar dengan ketulian yang sempurna..pesan setiap orang benar2 tidak pernah sampai. Hal salah bisa diputarbalikan oleh kata – kata, kebaikan benar -benar gak mampu membahana.

Pernah liat adegan sinetron dimana orang yang jelas2 salah, tapi bisa hebat bersilat lidah lalu terselamatkan? pernah menyaksikan orang yang baik teraniaya kehabisan kata – kata membela dirinya??dialog2 sinetron kadang terlihat lebih menyesakkan melebihi dialog antara penuntut dan pembela di ruang pengadilan..pinteran pemain sinetron rasa2nya.

siapa yang bisa dipersalahkan??artis hanya pemeran bukan??apa penulis skenario mungkin yang perlu kita kambing hitamkan disini??biar ada yang salah gitu.Abisnya gue merasa peran2 yang berkeliaran di dunia sinetron udah salah bentuk, kenapa manusia – manusia labil bisa menjadi tren perwakilan karakter manusia – manusia pada umumnya. karakter – karakter yang minim kearifan, karakter – karakter yang dinding jiwanya gak memiliki cermin hanya sekedar untuk berkaca tentang perilaku sendiri. semua serasa paling bener, gampang terhasut, emosional, rapuh, lalu akan mulai menutup telinga akan kebenaran hingga makin mudah di adu domba.

Hubungannya dengan minum teh adalah kalo emang pernyataan sariwangi ini sahih, para sutradara hendaknya menjadikan secangkir teh selalu menjadi bagian property set di adegan2 konflik. biar saat ada kesalahfahaman, para tokoh itu akan minum teh dan mulai berbicara lebih penting, lebih efisien dan mendengar dengan cara lebih hebat. dijamin deh gak akan ada sinetron striping, paling bertahan 5 episode..karena di episode 4 masalah udah selesai dengan jalan musyawarah, he..he..kenapa bisa musyawarah, karena mereka keburu minum teh..dan niat yang jahat mulai terungkap dan peran antagonius malu sendiri.

Kadang gue khawatir, para penonton sinetron akan mulai berfikir bahwa begitulah karakter umum kita, labil, mudah ditindas, teraniaya dan mulai parno ama orang2 sekeliling kita yang dalam hal ini yang terdekat adalah tetangga, bahwa mereka se-psycho peran2 antagonis di TV.

Harapan gue cukup besar untuk para pembuat sinetron untuk mampu membangun karakter2 yang lebih riil mendekati karakter umum sekitar kita. sempurna tidak, tapi setidaknya tokoh baik gak mudah2 amat ditindas, ada kemampuan melawan sesekali.. yaah, ini emang khayalan gak penting..yang gak akan mampu mengalahkan motif ekonomi dari pembuatan sinetron itu sendiri..makin ribet cerita dan makin panjang masalah..maka akan makin lama sinetron..kalo striping kan kontrak PH dengan stasiun TV akan makin panjang, dan iklan2 itu akan memenuhi pundi2 semua yang terlibat di sinetron..itu pun kalo stasiun TV gak nunggak bayarnya🙂

 

***

tulisan ini gue persembahkan untuk mama gue yang suka banget nonton CINTA FITRI dan CUCU MENANTU..juga ekspresi kerinduan gue untuk kembali menonton PARA PENCARI TUHAN, KELUARGA CEMARA dan SATU KAKAK  TUJUH PONAKAN..juga keoptimisan gue terhadap akan hadirnya pilihan2 lebih baik dalam dunia pesinetronan kita.

5 thoughts on “Pemain Sinetron bener2 harus minum Teh

  1. cerita sinetron dan karakter tokohnya memang aneh dan amburadul. kalo bicara teriak2… tangan ikut bicara… dialognya nggak cerdas… kalo jalan ceritanya sdh mentok…timbul tuh yang lebih aneh lagi, seperti muncul kembarannya… dsb..dsb…
    kapan ya pak Deddy Mizwar bikin sinetron lagi?

  2. @guskar

    makasih pak komentarnya..emang agak miris, sedih tapi hebatnya tetep ditonton..termasuk saya…he..he..

    saya juga merindukan pak dedi mizwar bikin lagi..mulai dari lorong waktu, pencari tuhan,dll saya ngikutin..mungkin bulan puasa nanti pak..karena sinetron beliau kan tematik ya pak..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s