Jahat itu Indah ?

Beberapa waktu lalu, kita pernah disugihin dengan berita mengejutkan dimana ada seorang pemuda berinisial R dari jombang memutilasi seorang pria dan membuang mayatnya dalam keadaan terpotong – potong dalam koper dan penemuan menyeret kita dalam pembunuhan lainnya yang lebih tragis. lebih dari 10 orang dinyatakan terbunuh oleh si R ini dengan segala motif dan caranya yang jelas jauh dari alasan pembelaan diri.

 

Si R ini sekarang telah menjalani proses hukum dan sepertinya terkena hukuman mati. Nah..yang jadi pemikiran gue pagi – pagi gini yaitu betapa kita masyarakat bahkan pers suka memperlakukan sesuatu secara terbalik. Gue kadang selalu berharap R lebih mendominasi berita kriminal seperti BUSER atau minimal acara berita formal lainnya, dan bukan sama sekali mendominasi acara Infotainment. kenapa?? dia gak seharusnya jadi selebritis, berita yang disajikan terhadap masyarakat harusnya dalam upaya memberi kita peringatan akan bahaya orang seperti R ini. Bukan dengan menunjukan situasi dimana pers mengejar – ngejar R bagai bintang terkenal yang buat buku sensasional dan bergaya juga seperti selebritis yang dikejar wartawan.

 

kadang kita suka salah perlakuin, walau ini masalah bebas – bebas aja tapi rasanya kita kadang mengesankan selama orang itu mempunyai nilai berita walau yang bawa dia jadi pusat berita adalah kriminal berat..kita kadang perlakuinnya agak berlebihan, jauh dari sanksi sosial yang mungkin aja perlu dijatuhkan ama orang itu. Gak kalah beda ama Sumanto yang di kejar wartawan di bandara, dan layaknya selebritis dia di kawal banyak pihak ampe masuk acara tukul. lu inget gak ama maria eva yang bukannya malu atas aktivitas pribadinya terekspose media, dia malah pake kejadian itu sebagai langkah untuk terkenal dan sukses, dan gilanya lagi ada yang mempekerjakan. Andai dia memposisikan diri sebagai korban pun yang gak niat dokumentasi pribadinya menyebar, tapi berhubungan sejauh itu dengan suami orang dimana istri sah gak tau itu adalah zinah dan aib bagi orang yang bersangkutan, dia bukannya seorang korban sama sekali.

 

kenapa gak angkat jadi seleb lelaki yang menghijaukan bantaran sungai ciliwung, suster apung suruh jadi bintang sinetron, para korban salah tangkap polisi yang ampe dipenjara karena korban yang ternyata dibunuh si R,masih banyak orang yang secara moral lebih pantas dielukan.

 

Media menjadikan seseorang sumber berita tentu saja karena orang tersebut memiliki nilai jual, demand dari masyarakat tehadap pemberitaan orang tersebut juga tinggi. sehingga dalam hal ini kita juga gak bisa salahin media secara penuh..kita masyarakat juga ikut andil karena kita sendiri membentuk tren untuk menerima berita seperti itu. dan pilihan sebenarnya ada di tangan kita. karena animo kita lah yang juga membawa kemana tren itu berjalan.

hm…takut aja kalo akhirnya orang akan berpikir gak terlalu takut untuk berkriminal dan berasusila ria..karena merasa sanksi sosial belum tentu keras seperti halnya yang maling motor, maling ayam. karena walau lu seorang homoseksual, bantai banyak orang, lu masih bisa ketawa dan senyum dengan manis di layar kaca mengumumkan buku yang di buat dan album baru yang mau dia rilis. ampe ngajak wartawan ke sel kalo mau denger lagu yang mau direkam..sampe ngajak nyanyi bareng.

 

Untuk R :

Hei emang lu siapa?? gak mikir perasaan keluarga korban yang makin sakit hati liat muka lu cengar – cengir di TV?trus kenapa foto lu gak ada di postingan gue kali ini??sengaja tau gak gue upload..walau gue paling suka posting pake foto, jangan mimpi gue ikut anggap lu seleb.

 

(he..he.., gue kenapa ngomel2 ya..hari ini mendadak pengen galak aja..peace!!!)

5 thoughts on “Jahat itu Indah ?

  1. Bad News is a Good News, itu yang ada dipikiran para jurnalis. jadi gk usah heran, benk. Gua malah mikir, sebaiknya berita-berita gitu sih gk usah lah masuk tv, ngapain juga? Dari sisi manfaat, gua ngerasa gk dapat apa-apa. Buang-buang waktu, iya.

    Gua sih ngerasain jarang nonton TV selama 8 tahun, benk. Dan ngerasa nggak rugi juga nggak nonton kayak gituan … kecuali beberapa acara film tertentu yang gua pengen banget nonton :))

  2. @donny

    kalo tujuannya sekedar informasi u masy tentang “ini loh..ada hal seperti ini di sekitar kita” atau “anda harus berhati – hati ya agar menghindari hal seperti ini” gak apa2 kali don..

    tapi yang jelas kita gak bisa kebalik dalam memperlakukan sesuatu. kan yang salah harus malu, yang baik harus bangga, yang jelek harus dibenci, yang bagus harus ditiru. masalah kriminal tobat, ya alhamdulillah..kita pasti perlu memberi kesempatan bukan?? tapi memperlakukannya berlebihan hanya karena komoditi berita yang bernilai jual, tanpa itung dampaknya terhadap masy..kita jadi kebalik menyikapi sesuatu.

    gue juga jarang nonton TV don sejak kuliah..mana sempet. tapi belakangan sih kebanyakan nonton drama korea.

    oya, kenapa gue suka ikutin berita “mayangsari” ya don???
    karena walau itu gosip juga..gue pengen ikutin sejauh apa masyarakat kasih sanksi sosial ke dia. walau masalah pribadi,terang2an jadi selingkuhan seseorang tanpa disetujui ama istri tua dan dia bisa cengar-cengir depan media nunjukin apa yang dia punya..dia juga terbalik ya cara mikirnya. abis gak ada malu…harusnya malu,tampak pasrah dengan takdir hidupnya, atau minta maaf kek ke istri tua…bukan cengar-cengir di TV.

    yang jelas, sumber berita yang paling gue blacklist itu

    SAIFUL JAMIL + DEWI PERSIK

    hua….cuapee deeeh

  3. Tema “jahat itu indah” sejenis dengan tema yang kuangkat dalam “Madonna Umbar Nafsu dengan Pacar Baru”.

    NamBahi:
    Dari komentarmu pagi ini di blogku, kutangkap kesan bahwa kau belum membaca artikel “Rayakan Hari Kasih Sayang Secara Islami” secermat-cermatnya. Tampak kau tidak membedakan antara “hari valentine” dan “hari kasih sayang”

  4. @ pak sodiq
    bapak cerdas banget pak..kok bisa ya baca pikiran saya waktu di angkot tadi?????

    tadi di angkot waktu pagi dari rumah saya juga berpikir..”hm..kok tadi main bilang kontra aja ya?? ada yang saya lewatkan gak ya tadi waktu baca cepet2″..baru mau dibaca ulang pas tiba di rumah..udah kecepetan dapet kunjukan balik🙂

    peace pak…:)

  5. @ pak sodiq
    nanti saya baca yang tentang madona pak..mkn saya belum sempet baca..abis dari judulnya saya gak suka madona selain lagu you’ll see nya dia…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s