Ketua DPRD Sumatera Utara Abdul Aziz Angkat tewas

Ketua DPRD Sumatera Utara Abdul Aziz Angkat tewas setelah dikeroyok demonstran. Peristiwa itu terjadi seusai Sidang Paripurna DPRD Sumut. Massa kecewa karena tuntutan agar pemekaran Provinsi Tapanuli diputuskan dalam sidang paripurna tidak ditanggapi pimpinan Dewan.

baca selengkapnya di http://www.kompas.com/read/xml/2009/02/03/14105030/saksi.ketua.dprd.sumut.tewas.dikeroyok.demonstran

 

gue turut berduka cita dan ikut menyayangkan jika akhirnya terjadi hal seperti ini. hati mendadak gak enak disaat pagi hari disuguhi berita seperti ini. gue adalah orang yang mudah terganggu mood-nya kalo liat berita gak mengenakan dimana kejadian  tersebut serasa gak bisa diperbaiki lagi. sama seperti halnya waktu liat benazir butho terbunuh, saat seorang oknum satpol PP ngegundulin seorang ibu muda yang jadi joki 3 in 1, juga waktu kabar mengagetkan Aa gym menikah lagi. itu contoh2 berita yang bener2 berhasil bikin mood rusak.

gue menyayangkan kejadian di SUMUT ini, juga punya harapan hal ini gak akan terulang  di daerah manapun. juga punya harapan bahwa siapapun yang berunjuk rasa mampu mengendalikan diri dan kelompoknya. Gue merasa benar atau salah issue yang kita suarakan, berharga atau tidak sesuatu yang kita perjuangkan, sepertinya Allah sama gak sukanya dengan sesuatu yang terlalu berlebihan dan malampaui batas.

 

semoga Indonesia tetep aman ke depan, jadikan peristiwa ini menjadi peringatan semua pihak untuk melihat sesuatu secara dingin.mari sama – sama jangan mudah ditunggangi pihak manapun yang cuma berkepentingan menggapai kekuasaan.

 

duh, masih sedih aja kalo inget2 berita ini..semoga Almarhum diberi kelapangan kubur, diampuni segala dosanya, dan pengorbanan dirinya untuk meninggal di tengah massa yang tak terkendali membawa pelajaran berharga bagi tiap kita dalam mengemukakan pendapat.oya, siapapun yang bertanggung jawab terhadap kejadian ini benar – benar harus diberi hukuman. bukti bahwa negara kita ini memiliki aturan.

 

mumpung mau pemilu neh..hati2 pilih caleg atau pemimpin. jangan pilih pemimpin yang terlihat haus akan kekuasaan..juga jangan pilih caleg atau pemimpin yang suka menunggangi rakyat untuk kepentingan diri dan golongannya.

4 thoughts on “Ketua DPRD Sumatera Utara Abdul Aziz Angkat tewas

  1. Sedih yah bu..mudah2an amal ibadah Bapak DPRD itu diterima oleh Allah SWT, amin.

    Sedih juga yah, kenapa sodara2 jadi anarkis gitu.. itu teh korban dari prematurnya UU otonomi daerah da..dikiranya pemekaran wilayah selalu menghasilkan dampak positif kali yaa..huuuuu,,,padahal mah da butuh modal gede, SDM yang ok, de el deh pokonya mah kalo di tulis di sinih ga akan muat, hehehe…
    Kadang gw mikir ginih benk, Eropa aja bersatu jadi Uni Eropa, kenapa kita malah pengen pecah2 yah?😦

  2. kan dah dibahas..kejadian kemaren itu korban ketidakfahaman..sebenernya mah ada yang suka kekuasaan dibelakangnya..jangan mau kita rakyat ditunggangi..

    padahal biasanya malah ngabisin duit negara. kata gubernurnya malah sumut pengen pecah jadi 6..gile bener

    ten..di jawa barat jangan ampe ada provinsi ciapus ya ten.. kita tetep bersatu dalam prof jawa barat..mumpung wagubnya artis

    gue mah menjunjung persatuan provinsi ten..bukan hasil analisa ekonomi, budaya atau sosial kemasyarakatan, atau hasil pengukuran SDM..tapi semata – mata kemanusian ten..kasian anak SD ngapalin provinsi di negara kita kebanyakan..gue waktu SD IPS-nya megap2 ten..cuma 27 juga dulu ibukotanya berat untuk di apalin

  3. hati2 pilih caleg atau pemimpin. jangan pilih pemimpin yang terlihat haus akan kekuasaan..juga jangan pilih caleg atau pemimpin yang suka menunggangi rakyat untuk kepentingan diri dan golongannya

    Gimana sih, cara ngelihatnya? Tidakkah semua kampanye itu “haus akan kekuasaan”? Trus, tidak perlukan kampanye?

    Btw, pembuatan desain baru blogku sudah jadi. Tampilannya lebih simpel. Silakan beri masukan.

  4. tiap orang punya feeling pak…ada suara hati yang biasanya bisikin kita tentang sesuatu.

    gak semua yang menginginkan kekuasaan memang jelek. kampanye ya sah – sah aja..maksud saya yang awam ini adalah menginginkan kekuasaan menjadi negatif jika dia menggunakan cara – cara yang gak etis untuk mencapai yang apa yang menjadi tujuannya. kalo mulai berani melakukan banyak hal yang sekiranya menurut kita “kok gak pantas” mungkin bisa dibilang haus kekuasaan. gitu pak..luruskan kalo mata awam saya salah.

    nah, jangan memilih pemimpin yang melakukan sesuatu yang gak etis hanya agar dia jadi pemimpin. nah..pasti bapak tanya lagi yang gak etis tuh yang gimana.hm..kalo kita liat sepak terjang beberapa pihak dan hati kecil kita bilang :”kok gitu amat, sampe segitunya ya..” sehingga terlihat ngotot.

    pendapat saya dalam hal ini gak saya maksudkan untuk mengajak orang lain untuk berpendapat yang sama. ini semata – mata cuma gambaran pribadi saya dalam milih pemimpin :

    *punya profil pribadi yang positif
    *dalam keluarganya ia figur yang ideal
    *gak suka mengeluarkan statement kepada publik yang provokatif dan sensasional
    *gak keliat ngotot banget jadi pemimpin
    *gak terlalu banyak bicara,padahal waktu memimpin juga gak banyak cakap
    *manuver2 politiknya gak buat rakyat gak tentram
    *meneduhkan

    itu penilaian pribadi pak..diluar mempehitungkan kemampuannya.

    saya dah liat design barunya pak..tapi gak berani koment yang kedua kalinya..kemaren saya koment dikit bapak langsung rubah..jadi gak enak🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s