Tugu Kujang

image

Suatu hari saya mampir ke rumah nenek dan mendapati uwa saya sedang merapihkan sekaligus membongkar barang-barang lama. Diantara temuannya saya menemukan beberapa buku sekolah dan secarik kartu pos dari masa lalu. Kartu pos itu bergambar suasana monumen Tugu Kujang Kota Bogor. Kartu pos tersebut tanpa dilengkapi keterangan tahun. Tentu hal ini pula yang mengakibatkan saya kesulitan memperkirakan tahun kapan area Tugu Kujang seperti ini. Sepertinya tahun 70-an dan saya belumlah lahir.

Saya terpana menatapnya. Bukan hanya karena suasana di foto begitu damai dan indahnya Tugu Kujang berlatar gunung Salak. Tapi beberapa tahun sebelumnya saya pernah memotret tugu kujang dari sudut yang sama. Dan perubahan serta perkembangannya jelas jauh berbeda.

image

Di foto pertama Bogor begitu asrinya. Saya tak mendapati adanya bangunan tinggi. Sepanjang mata memadang terpampang atap rumah dari genting. Berbeda dengan suasana Tugu Kujang yang saya potret di tahun 2008. Puluhan tahun setelahnya. Saya mengambil gambar Tugu Kujang di suasana Magrib. Jalanan ramai oleh lalu lalang kendaraan. Lampu merah sudah terpancang di sana. KFC klasik sudah berdiri di sampingnya sejak saya kanak-kanak. Di belakang saya mungkin saat itu sebagian lahan kampus IPB sudah menjadi Botani Square (yang belum seramai sekarang).

Foto lokasi yang sama di waktu yang berbeda mungkin mampu menggambarkan seberapa banyak perubahan terjadi pada suatu tempat. Siapapun tau bahwa Tugu Kujang adalah icon Kota Bogor. Menatapnya setiba dari luar kota membuat siapapun merasa telah tiba di rumah. Belum lagi dengan gunung salak di belakangnya. Mereka macam dua sahabat yang selalu bersama dari zaman ke zaman.

image

Namun makin kesini perubahan area Tugu Kujang makin tak karuan. Icon Bogor ini mulai identik dengan ruwetnya kemacetan. Bogor seakan kehilangan fungsi Tugu Kujang dalam hal menyambut sekaligus menjadi jendela pertama sasaran tatapan para tamu kota yang datang.

Angkutan umum makin tak karuan padat. Mengetem di sepanjang sisi tugu. Anak jalanan, anak2 punk yang berkeliaran masuk-masuk ke angkot yang entah mereka niat mengamen atau hanya meminta uang dengan cara “halus”.

KFC Klasik (bangunan lama KFC dulu) kini telah berganti dengan KFC modern minimalis. Botani Square mulai di temani oleh Hotel Santika yang berlantai-lantai. Sialnya, kemajuan Bogor ini diikuti oleh pembangunan lainnya. Saat ini sedang ada pembangunan hotel di sisi kiri Botani Square tepat di sisi jembatan penyebrangan terminal.

Lebih gila lagi adalah berdirinya dengan tiba2 sebuah gedung yang tak sopan seakan memisahkan tugu kujang dengan Gunung Salak. Siapa pembeli izin pembangunan gedung itu? Menjulang tinggi menutupi gunung salak dari tatapan kami warga Bogor?

image

Siapa otoritas yang tega menggadaikan pemandangan dan keasrian milik kami warga Bogor dengan secarik izin pembangunan gedung semenjulang ini? Menyedihkan. Tak berperasaan. Mereka menjual pemandangan gunung milik masyarakat dan kemudian nanti mungkin akan ditawarkan sebagai kelebihan hotel tersebut. Para tamunya digadang-gadang akan disuguhkan pemandangan gunung salak dari balkonnya.

Mereka yang mengizinkan dan merencanakan pembangunan gedung menjulang ini merebut pemandangan dan keasrian Kota Bogor. Mereka memisahkan kedekatan Tugu Kujang dengan Gunung Salak yang bahkan mereka sendiri belum ada saat kedekatan ini dimulai.

Kemajuan dan perubahan tidak selalu menyenangkan. Seringkali kita terpaksa dan dipaksa untuk kehilangan sesuatu yang direbut segelintir orang. Pembangunan gedung tinggi ini rasanya membuat sedih dan kecewa kami warga Kota Bogor. Separuh Gunung akan terhalang.

Riuhnya Bogor, padatnya jalanan, anak jalanan dan pemalak2 angkot itu sedikitnya mengubah kesan adem dan nyamannya Kota ini. Semoga kedepannya para otoritas di pemerintah Kota ini memikirkan dengan masak-masak apapun yang mereka lakukan. Bogor berkembang tentu saja baik, Bogor maju tentu saja bagus. Tapi apalah artinya jika Kota ini harus kehilangan jati dirinya sendiri. Menjadi kota carut marut.

Kembalikan pemandangan Gunung Salak kami. Jangan menggadainya hanya demi keuntungan segelintir pihak.  

About these ads

2 thoughts on “Tugu Kujang

  1. kalo denger bogor, ko gue ingetnya bukan tugu kujang ya tapi asinan sama roti unyil venus ya yang kalo wiken atau longweekend antriannya panjaaanngg banget.
    enak roti jagungnya.
    hihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s