Nyubuh di Bulan Ramadhan, masih adakah?

Alhamdulillah, sudah tiba kembali kita di bulan Ramadhan. Bulan yang selalu mendatangkan sukacita bagi umat muslim dimanapun mereka berada.

Saya baru saya menyelesaikan tadarusan saya setelah sholat subuh tadi. Di suasana bulan puasa, pagi ini mengantarkan rindu kepada salah satu aktivitas bulan puasa di masa saya kecil. Nyubuh namanya.

Nyubuh seperti namanya adalah kegiatan jalan-jalan pagi selepas sholat subuh di bulan Ramadhan. Rasanya zaman kecil saya aktivitas ini marak sekali. Saya salah satu pelakunya. Entah kenapa, lupa mulai tahun yang mana seiring alih generasi sepertinya kebiasaan nyubuh pun mulai berkurang dan menghilang.

Dulu setelah sholat subuh, para remaja umumnya tumpah ruah ke jalan. Nyaris dari setiap gang semua anak remajanya keluar. Memang tak hanya remaja, satu dua ibu2 dan bapak2 yang mengaping anak2nya pun ada.

Pemuda dan pemudi di jalanan ya bermacam urusannya. Ada yang jalan berkeliling, ada yang hanya nongkrong di sisi jalan bermain petasa, ada yang naik sepeda. Wah segala lupa. Dan ini benar2 ramai. Trotoar jalan jend. A. Yani bogor kiri dan kanan ramai manusia yang jalan gelap2an. Belum lagi yang disisi jalan.

Saya dulu sehabis sholat subuh di mesjid bersama teman2 perempuan saya pasti ikut jalan2. Kami berjaket ria dan semangat jalan-jalan hingga langit mulai terang dan pagi pun datang. Sesekali kami terpaksa menghindari anak2 laki2 yang bermain petasa, sesekali kami ketemu teman sekolah di jalan.

Jalan kaki sepanjang jalan A. Yani hingga ke Air mancur, kemudian berputar melewati jalan pemuda dan melalui kawasan stadion pajajaran. Nanti duduk2 sebentar sambil bermain dan bercanda hingga kemudian langit mulai terang lalu kami pulang.

Lupa saya entah mulai tahun berapa, aktivitas nyubuh lama2 mulai tak menarik. Pelakunya semakin sedikit. Tebakan saya adalah remaja kala itu sudah beranjak dewasa dan sibuk juga mungkin bekerja. Tahun selanjutnya semakin sepi saja hingga lama2 seperti saat ini sepertinya kegiatan itu mulai lenyap.

Kok bisa ya kebiasaan yang dulu ramai dilakukan orang2 mendadak hilang? Padahal walau sebenarnya bukan aktivitas yang benar2 positif tapi saya tak melihat adanya pihak yang melarang2. Tau2 lenyap saja. Apa karena berganti generasi kah? Dan generasi sekarang memiliki hiburan yang jauh lebih menarik seperti gadget, games,mall dan hiburan televisi?

Entahlah. Yang jelas saya pernah menghabiskan masa kecil dan masa remaja saya dan sempat mengenal istilah NYUBUH. Dan pagi ini, saya merindukan teman2 nyubuh saya. Jangan tanya mereka kemana ya, 3 diantaranya sudah meninggal dunia. Ya 3 teman saya meninggal di usia muda.

Ah saya nyubuh sendirian aja apa? Sekalian jogging :)

About these ads

3 thoughts on “Nyubuh di Bulan Ramadhan, masih adakah?

  1. masa kecil nyubuh yang tak terlupakan dan tentunya kangen pinggin nyubuhan laggi bersama-sama kawan-kawan kecil kita. nyubuhan dulu terasa sangat lekat dengan bulan ramadhan dan juga ada nyore, istilahnya anak sekarang ngabuburit.. hehehe..

    kangen subuhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s