Selamat Tinggal Ramadhan, Selamat datang Syawal

beduk

Malam ini sama dengan malam kemarin, dingin. Namun nuansa dan suasananya jauh berbeda. Malam ini adalah malam takbir, tiba sudah kita di penghujung bulan Penuh Rahmat Bulan suci Ramadhan. Takbir berkumandang dari pengeras – pengeras mesjid sekeliling dan juga televisi. Tunai sudah ibadah puasa kita, ibadah menahan lapar dan haus selama 30 hari bulan Ramadhan.

Syawal memang menyenangkan, Syawal memang menggembirakan, Syawal memang berbau kemenangan. Namun Siapa yang dapat mengalahkan indahnya Ramadhan, indahnya semua kebersamaan, suasana berpuasa bersama, berbuka bersama dan menikmati hari demi hari kala Ramadhan bergulir.

Malam ini semuanya usai, Ramadhan penuh sukacita itu tergantikan bulan Syawal penuh kemenangan. Ibadah puasa kita dalam satu bulan kemarin hanya akan jadi kenangan, namun mudah2an dampak dan makna berpuasa kemarin melekat selalu dalam diri kita dengan menjelma menjadi seseorang yang lebih baik.

Ramadhan tahun ini sungguh banyak godaannya, sakit diare di minggu pertama hingga sakit demam dan flu di 10 hari terakhir. Mudah2an keluhan – keluhan karena sakit yang terlontar dari bibir saya tidak mengurangi pahala puasa yang saya tetap jalani. Dari 30 hari berpuasa, total 6 hari saya berhalangan puasa. Tidak lain tidak bukan karena cuti merah bulanan saya sebagai wanita.

Puasa tahun ini sama harus saya jalani sambil bekerja. Sungguh bersyukur pekerjaan saya bukan termasuk pekerjaan fisik dengan kebutuhan tenaga yang cukup besar. Namun kondisi badan yang tidak fit membuat tidak semua ibadah bisa dilakukan dengan sempurna.

Alhamdulillah selama 30 hari berpuasa saya dan keluarga tidak mengalami peristiwa “tidak sahur”. Hanya 2 kali mengalami sahur yang hampir kesiangan. Selama Ramadhan tahun ini pula waktu saya lebih banyak dihabiskan dengan berbuka puasa di rumah, alhamdulillah. Berbuka bersama keluarga selalu menjadi hal yang menyenangkan.

Sungguh Ramadhan yang cukup cepat berlalu. Ramadhan yang dilalui dengan aktivitas sehari – hari secara normal. Tidak banyak yang saya lakukan diluar kebiasaan pada bulan ini. sahur, berpuasa, pergi mengajar, berbuka puasa bersama teman dan keluarga, teraweh tatkala saya merasa sehat, dan sebagainya.

Ramadhan tahun ini dihiasi begitu banyak hujan di sore hari, Ramadhan tahun ini saya jarang menonton televisi. Tidak sekalipun tayangan2 sahur atau berbuka yang saya saksikan. Bulan ramadhan ini saya hanya menonton Para pencari Tuhan baik ketika sahur maupun berbuka, sudah.

Akankah kita mendapat banyak kebaikan dari ibadah puasa yang kita lakukan? akankah kita keluar sebagai pemenang sesungguhnya dengan menjadi pribadi yang lebih baik? semoga saja.

Sungguh Ramadhan bulan yang mulia dan bulan yang begitu dinanti. satu doa seluruh umat muslim ketika malam terakhir Ramadhan meninggalkan kita, yaitu harapan besar akan bertemunya kita kembali dengan Ramadhan tahun yang akan datang.

Semoga kita dipanjangkan umur, diberi kesehatan dan diberi waktu hidup oleh Allah SWT untuk kembali merasakan indahnya Ramadhan di lain kesempatan.

Selamat Tinggal Ramadhan, Selamat datang Syawal

Allahu akbarallahu akbarallahu akbar… laailahailallah huallahhu akbar… allahu akbar walilla ilham

*gambar saya pinjam dari sini

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s